GWBN Dorong Destinasi Pariwisata Daerah  Lebih Berdaya Saing

Jakarta, 11 Mei 2018. Penyelenggaraan pameran pariwisata Gebyar Wisata dan Budaya Nusantara (GWBN) 2018 mempunyai peranan penting dalam mendorong destinasi pariwisata di daerah agar lebih berkualitas dan berdaya saing. “Saya memberikan apresiasi pada penyelenggaraan GWBN yang telah memasuki tahun ke-16. Pameran ini dapat mempertemukan kepala dinas pariwisata pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten dari seluruh Indonesia dan pelaku bisnis pariwisata,” kata Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) I Gde Pitana dalam sambutannya yang disampaikan oleh Asdep Pemasaran I Regional II Sumarni ketika membuka pameran GWBN 2018 di di Hall B Jakarta Convention Center (JCC), Jumat siang (11/5).

 Gebyar Wisata dan Budaya Nusantara (GWBN) 2018

Pameran GWBN 2018 berlangsung pada 10-13 Mei 2018 dan diikuti 70 peserta dengan menampilkan 500 objek wisata terdiri atas pariwisata provinsi/kota/kabupaten di seluruh Indonesia serta pelaku bisnis pariwisata; biro perjalanan, hotel, resor, taman wisata, serta industri penunjang pariwisata lainnya.

Sumarni menjelaskan, pemerintah tahun ini mentargetkan 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan 270 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air. “Untuk mendukung target tersebut Kemenpar telah menetapkan tiga strategi yakni; Visit Wonderful Indonesia (ViWI) 2018 dengan program hot deals, Calender of Even (CoE) Wonderful Indonesia, dan digital destination,” katanya.

Direktur PT Wahyu Promo Citra, Syukur Sakka, sebagai penyelenggara pameran mengatakan, GWBN merupakan satu-satunya pameran wisata di Indonesia yang menampilkan objek wisata daerah seperti alam, budaya, dan wisata buatan sebagaimana yang telah menjadi program Kemenpar dalam menarik kunjungan wisatawan. “GWBN dimulai tahun 2003 dan dalam perjalanannya hingga kini mengalami pasang-surut. GWBN 2018 diselenggarakan atas dukungan Kemenpar dengan tujuan untuk mensukseskan target 17 juta wisman dan 270 juta pergerakan wisnus,” katanya.

Selama berlangsung pameran juga diselenggarakan temu bisnis ‘Jakarta Asita dan HPI Members Ghatering and Table Top’ yang mempertemukan peserta pameran dengan agen perjalanan wisata dan para pramuwisata sebagai ujung tombak dan mesin penggerak kunjungan wisatawan ke berbagai objek wisata.

Pameran yang berlangsung selama tiga hari tersebut akan dikunjungi sebanyak 35 ribu pengunjung dari kalangan pemerintahan, swasta, komunitas wisatawan, akademisi, pramuwisata, dan pemangku kepentingan pariwisata lainnya, sedangkan pada GWBN 2017 yang lalu dikunjungi sebanyak 30 ribu pengunjung.

Penyelenggaraan GWBN 2018 dimeriahkan dengan pameran 50 foto sebagai pemenang satu, dua, dan tiga serta nominasi dalam ajang lomba fotografi Kemilau Indonesia Photo Contest yang diselenggarakan oleh Forum Wartawan Pariwisata.

Read more
Rentetan teror yang terjadi di Surabaya dipastikan tidak mengganggu persiapan Asian Games

JAKARTA, 15 MEI 2018 – Rentetan teror yang terjadi di Surabaya dipastikan tidak mengganggu persiapan Asian Games dan Asian Para Games 2018. Hal ini ditegaskan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi. Pernyataan itu disampaikan usai rapat persiapan keamanan Asian Games dan Asian Para Games di Kantor Kemenpora, Senin (14/5).

Menurutnya pesta olahraga terbesar se-Asia ini harus tetap berjalan. Sebab, merupakan sebuah amanah dari masyarakat Indonesia. Selain itu, Asian Games merupakan cerminan bahwa Indonesia bisa menjadi tuan rumah yang baik.

“Ya kita sudah rapat. Kita pemerintah, Inasgoc, Inapgoca, dan masyarakat, yakin, optimis, dan merasa percaya diri dengan persiapan yang telah dilakukan panitia Inasgoc dan Inapgoc. Pastinya kami akan memaksimalkan persiapan dan tidak ada istilah mundur,” tegas Menpora.

Asian Games 2018Menpora mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keamanan persiapan Asian Games 2018. Sehingga semua dapat berjalan dengan lancar.

Dalam jumpa pers yang dihadiri Ketua Inasgoc Erick Thohir dan Ketua Inapgoc Raja Sapta Oktohari, Menpora tak lupa memanjatkan doa kepada para korban aksi teror bom yang terjadi di Surabaya.

“Kita berduka cita atas meninggalnya banyak korban yang tak berdosa di surabaya atas perilaku yang tentu ini menjadi tangisan seluruh warga negara, semoga arwah mereka ditempatkan di sisi Allah dan amal perbuatan diterima di sisi Allah dan keluarga yang ditingggal mendapatkan ketabahan,” ujarnya.

Hal senada juga diucapkan Ketua Inasgoc Erick Thohir.Menurutnya, sampai saat ini OCA dan negara-negara peserta Asian Games tidak khawatir dengan beberapa kejadian yang ada di Indonesia, termasuk tragedi bom di Surabaya.

“Intinya kita tetap optimis pelaksanaan Asian Games berjalan baik dan aman, kita panitia juga akan terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan negara peserta untuk meyakinkan mereka bahwa Asian Games tetap berjalan aman,” katanya.

Terpisah, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga memastikan perhelatan Asian Games 2018 di Jakarta pada Agustus mendatang akan berlangsung aman. Anies mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait untuk memastikan keamanan Ibukota Jakarta.

“Tidak perlu takut. Ini justru menjadi bahan untuk kita bisa lebih waspada. Jadi kasus-kasus seperti sekarang ini menjadi bahan untuk mengamankan Asian Games yang lebih baik,” katanya di Balai Kota, Jakarta Pusat.

Anies meminta warga tak panik dan khawatir setelah teror bom yang terjadi di Surabaya. Ia mengatakan, Jakarta telah meningkatkan status keamanan menjadi siaga satu. Tujuannya untuk mengantisipasi teror bom dan serangan lainnya. Baikn di instansi pemerintahan, rumah ibadah serta pusat-pusat keramaian.

“Seluruh aparat kepolisian, Kodam, Satpol PP dan aparatur pemerintah, semua dalam posisi siaga. Lebih dari 36.000 saat kita berbicara ini sedang bertugas di lapangan memastikan semua objek vital di Jakarta dalam posisi aman, dan bisa merespons cepat atas semua laporan yang ada dari masyarakat,” katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun ikut angkat suara. Menpar mengapresiasi langkah cepat seluruh stakeholder dalam merespon seluruh perkembangan yang ada. Menpar mengatakan hal ini merupakan bukti kuatnya komitmen seluruh elemen untuk mensukseskan Asian Games serta Asian Para Games 2018.

“Yang pertama tentu kita ikut berbela sungkawa apa yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo. Tetapi langkah cepat telah ditunjukkan oleh instansi terkait untuk meredam perkembangan yang ada saat ini. Asian Games 2018 sudah didepan mata. Mari semua kita menjaga momentum baik ini. Laporkan jika ada yang mencurigakan kepada instansi terkait. Kesuksesan Asian Games 2018 merupakan kesuksesan kita bersama,” tegas Menpar.

Menpar juga menyatakan, hingga saat ini Tim MKK (Manajemen Krisis Kepariwisataan) Kemenpar telah dan akan terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan semua pihak. Hal itu untuk memastikan ekosistem pariwisata dalam keadaan kondusif sehingga recovery akan cepat dilakukan.

“Untuk jumlah kunjungan wisman tidak terganggu, belum ada cancelation. Hal seperti ini tidak seorang pun mengharapkan dan bisa terjadi dimana saja dan negara manapun. Yang penting bagaimana kita merecoverynya. Kembali saya tegaskan mari sama-sama kita jaga negara kita tercinta ini,” kata Menteri asal Banyuwangi tersebut.

Read more
Destinasi VIWI Dipromosikan Lewat 50 Foto terbaik Kemilau Indonesia Photo Contest 2018

JAKARTA, 11 Mei 2018. Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) punya cara sendiri mendukung promosi Visit Wonderful Indonesia (ViWI). Program yang dicetus Kementerian Pariwisata tersebut diimplementasikan dalam sebuah perlombaan foto yang bertajuk Kemilau Indonesia Photo Contest (KIPC) 2018. Sebanyak 2.531 ambil bagian dan terpilih 3 terbaik untuk kategori foto tunggal dan 3 terbaik untuk kategori foto story (foto bertutur).

FORUM WARTAWAN PARIWISATA INDONESIADeputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) I Gde Pitana mengapresiasi semangat Forwapar untuk mendukung program ViWI. Menurutnya, dengan dengan adanya KIPC bisa memberikan masukan dan inspirasi baru terhadap upaya pengembangan pariwisata.

“Kami melihatnya ini sangat bagus karena foto adalah bahasa visual terhadap pariwisata dalam kaitannya dengan 18 destinasi yang ada di Visit Wonderful Indonesia 2018,” kata Pitana di Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Ke-18 Destinasi yang dimaksud adalah : Danau Toba, Kepri, Padang, Belitung, Palembang, Jakarta, Bandung, Joglosemar, Surabaya-Bromo Tengger Semeru, Jember-Banyuwangi, Bali, Lombok, Balikpapan, Makassar, Manado-Bunaken, Wakatobi, Labuan Bajo, dan Raja Ampat.

Pitana juga berharap, KIPC 2018 mampu memberikan cara pandang baru bagi orang untuk kemudian bisa tertarik mendatangi destinasi yang ditampilkan dalam foto. Terlebih tahun 2018 mendatang akan ada dua agenda besar yakni pagelaran Asian Games 2018 yang dipusatkan di Jakarta dan Palembang serta Annual Meeting IMF-World Bank di Bali yang bisa kita jadikan momentum untuk mendulang wisman ke Indonesia.

“Percuma kita menampilkan foto tapi tidak menjadikan orang untuk berkunjung,” katanya.

Sementara itu, Ketua Forwapar Fatkhurrohim mengatakan, penyelenggaran KICP tahun 2018 disambut antusias oleh masyarakat. Terbukti, terdapat 2.531 foto yang ikut lomba di event yang sudah kali ke-2 diselenggarakan ini.

FORUM WARTAWAN PARIWISATA INDONESIA“Tahun lalu hanya terkumpul sebanyak 773 karya foto. Sedangkan pada lomba tahun ini meningkat tiga kali lipat atau sebanyak 2.531. Dan 60 persen peserta lomba dari daerah yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fatkhurrohim yang juga Ketua Pelaksana KICP 2018 menambahkan, dari hasil lomba yang resmi dibuka 31 Maret 2018 silam. Terpilih sebanyak 50 karya foto pilihan yang masuk nominasi serta terpilih tiga juara untuk foto tunggal dan tiga juara untuk foto story.

Untuk juara pertama foto tunggal dimenangkan oleh Dezmond Manullang, dengan tema Wonderful Night Borobudur. Sedangkan untuk juara kedua dimenangkan oleh I Putu Sukman Ghita dengan tema foto Omed-omedan, Bali. Dan ketiga ada Hadiyanto Nyali , dengan tema foto Enjoy Your Life Raja Ampat,” katanya.

Sedangkan untuk foto story dimengangkan oleh Arif Hidayat dengan tema foto Wayang Sriwedari, Solo. Lalu juara dua berhasil direbut Wawan dengan tema foto Berburu Nyale, Lombok. Dan ketiga yang dimenangkan oleh Fitra Yogi dengan tema foto Menjaga Cita Rasa Rendang, Padang.

Fatoer, sapaan akrab Fatkhurrohim menjelaskan, para pemenang lomba dipilih oleh lima juri profesional yang pengalaman di bidangnya seperti pengajar fotografi, photo traveler, dan pewarta foto nasional. Kurasi foto dilakukan secara ketat dengan melihat keindahan obyek wisata di suatu daerah berupa seni budaya, alam, dan buatan termasuk destinasi wisata digital yang tengah digandrungi wisatawan zaman now.

“Karya foto yang masuk nominasi dan menjadi juara lomba foto KIPC 2018 ini dapat dapat menjadi bahan promosi pemasaran pariwisata oleh Kemenpar. Serta para pemenangnya bisa menjadi endorser untuk menceritakan keindahan Indonesia di media sosial. Untuk melihat foto langsung bisa datang ke Gebyar Wisata Budaya Nusantara yang berlangusng di Jakarta Convention Center, Jakarta yang berlangsung pada 10 hingga 13 Mei 2018 atau bisa lihat di akun instagram dengan #kemilauindonesiaphotocontest2018,” pungkasnya.

FORUM WARTAWAN PARIWISATA INDONESIAMenurut anggota dewan juri lomba foto KIPC 2018 Gathot Subroto, pada lomba tahun ini ada tambahan satu kategori yakni foto story atau foto bertutur dan salah satu pemenangnya mewakili daya tarik wisata kuliner.

”Karyanya bagus bercerita tentang makanan rendang; dari mulai dibuat hingga disajikan di warung. Visualnya bagus sekali,” kata Gathot Subroto.

Sementara itu anggota dewan juri lainnya, Edy Purnomo, untuk pemenang foto tungggal diwakili seorang wanita sedang berswafoto di destinasi wisata Raja Ampat, Papua Barat.

“Karya foto tunggal yang satu ini menarik sekali. Terlihat body language perempuan di obyek foto itu sangat menikmati landscape di Raja Ampat dengan latar belakang karang-karangnya sebagai ciri khas. Karya foto ini memperlihatkan lebih ke destinasi digital dan mungkin ini salah satu cara untuk melakukan foto selfie yang menarik,” kata Edi Purnomo. (*)

Read more
Menpar : Keberhasilan Pariwisata Hasil Sinergi dan Komitmen Berbagai Pihak

Jakarta, 20 Maret 2018—Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Workshop Matchmaking Calender of Event, Digital Destination, Diaspora Restaurant, with Co-Branding Partners, dalam rangka mensinergikan langkah dan menyatukan persepsi antara pemerintah, kalangan artis, pengusaha hingga pengelola lokasi wisata untuk mempromosikan industri pariwisata Indonesia secara massive.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengapresiasi terselenggaranya workshop ini, bahwa keberhasilan pengembangan pariwisata nasional ditentukan oleh kerjasama yang dilakukan seluruh pihak terkait. Untuk itu, melalui berbagai kesempatan perlu mempertemukan berbagai pihak, salah satunya wahana yang digunakan untuk tujuan tersebut adalah workshop yang berlangsung di Royal Hotel Kuningan, Jakarta, Selasa (20/3).

Menpar dalam hal branding atau pemasaran memiliki strategi co-branding dengan 10 existing restoran Indonesia. “Saya telah mencoba, namun belum berhasil untuk membuka restoran di luar negeri. Biayanya tidak murah. Dan pemerintah tidak menyediakan anggaran. Sebagai pembanding, pemerintah Thailand memberi subsidi setara dengan US$ 100 ribu bagi yang membuka restoran di luar Thailand. Akhirnya saya  memutuskan melakukan branding existing restoran yang sudah ada. Atau yang disebut dengan Diaspora Restaurant. Hal ini tentu saja membawa keuntungan bagi pihak-pihak yang terlibat,” ujar Arief Yahya.

Matchmaking Calender of Event, Digital Destination, Diaspora Restaurant, with Co-Branding Partners,Deputi Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, I Gde Pitana, mengharapkan pertemuan ini dapat membuka peluang kerjasama yang baik sehingga mewujudkan cita-cita bersama yakni mengembangkan pariwisata. “Empat komponen kita pertemukan. Semuanya merupakan partner Kemenpar di tahun 2018. Semoga pertemuan kali ini bisa menghasilkan kerjasama dengan baik,” ujar I Gde Pitana.

“Kemenpar akan men-support industri. Kami jadi mak comblang. Sehingga, dari pihak industri yang bisa menjalin kerjasama. Apa yang bisa dikontribusi oleh destinasi digital. Apa yang bisa dikontribusi diaspora restaurant, dengan mempertemukan para CEO untuk mencapai sesuatu kerjasama antar pelaku industri,” kata Pitana.

Menjelaskan lebih rinci, Pakar Marketing yang juga Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Strategis Kemenpar Yuswohady, ada empat kategori partnership package dalam workshop ini. Yang pertama, kategori Wonderful Indonesia Partner dengan syarat utamanya partner harus melakukan ekspor, tentunya dengan brand sendiri minimal dua tahun dan sudah hadir minimal di tiga negara.

Kedua, kategori Pesona Indonesia Partner. Ketiga, terdapat Endorser of WI/PI dan kategori yang terakhir Friends of WI/PI. “Yang friends ini bisa dilakukan siapa saja. Walaupun tidak termasuk dalam 3 kategori lainnya, tetapi memiliki komitmen untuk mempromosikan WI/PI,” kata Yuswohady.

Dilanjutkannya, pihaknya mendorong brand tersebut untuk memanfaatkan Calendar of Events yang sudah ditetapkan Kemenpar sebagai sarana promosi mereka. Penyelenggaraan CoE merupakan investasi yang dilakukan untuk mendukung pengembangan pariwisata melalui pengadaan sarana promosi. Hal ini sebagai bentuk Indonesia Incorporated antara Pemerintah dengan Swasta, saling meng-endorse.

Acara ini dihadiri oleh 124 Brands dan 39 Dinas Kabupaten/Provinsi yang sudah dan tertarik melakukan Co Branding dengan Wonderful Indonesia. Semua kerjasama yang dilakukan ini memiliki satu alasan yakni memajukan pariwisata secara bersama.

Read more
Sambut Annual Meeting IMF-WB, Paket Wisata Banyuwangi Dimatangkan

Jakarta, 19 Maret 2018–Jelang Annual Meeting IMF – World Bank 2018 di Bali, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta Paket Wisata Banyuwangi segera disiapkan. Hal itu disampaikanya, Senin (19/3), saat rapat koordinasi bersama kementerian terkait dan stakeholder. Annual Meeting IMF – World Bank 2018 sendiri akan berlangsung pada Oktober mendatang.

Sebagai Ketua Panitia Nasional (PanNas), Menko Kemaritiman meminta koordinasi lintas sektor bekerja secara incorporated. Keharmonisan dalam bekerja juga harus diperhatikan demi nama Indonesia di mata dunia. Untuk itu, Menteri Luhut meminta hal-hal yang sifatnya strategis, dapat dituntaskan secepatnya. Atau sebelum pelaksanaan Annual Meeting IMF – WB.

“Saya sudah berkunjung ke Banyuwangi. Banyuwangi sudah baik, oke, dan siap menerima delegasi internasional. Bahkan, setelah berkunjung ke sana, saya jadi semakin yakin bahwa Indonesia sebagai tuan rumah ini bisa dijual dengan hebat ke delegasi dari 189 negara,” jelas Luhut.

Annual Meeting IMF-Bank Dunia akan diikuti 18.000 delegasi dari seluruh dunia. Banyuwangi akan menjadi penyangga buat Bali. Sebagian delegasi penting bakal mendarat di Banyuwangi.

Banyuwangi menjadi salah satu destinasi unggulan dalam menarik kunjungan wisatawan. Tahun 2017 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Banyuwangi sebanyak 98.970 wisman dan wisatawan nusantara (wisnus) 4,9 juta wisnus dengan total belanja wisatawan (wisman dan wisnus) mencapai Rp 7,7 triliun.

Luhut menilai kesiapan Banyuwangi menyambut delegasi telah mencapai 85 persen. Mulai dari infrastruktur, destinasi, hingga atraksinya.

“Banyuwangi ini indah dan bersih. Kotanya tertata. Secara ekonomi, daerah ini tumbuh pesat. Pak Bupati bekerja dengan baik, dan apa yang telah dilakukan Bupati ini harus didukung,” ujar Luhut.

Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, dengan persiapan yang matang, perhelatan Annual Meeting IMF WB akan maksimal. Dan membuat nama Indonesia lebih terkenal ke seluruh dunia.

Annual Meeting IMF-WB“Spiritnya Indonesia Incorporated. Ini acara besar. Untuk bisa sukses kami harus kerja bersama. Ini menjadi ajang untuk mempromosikan Indonesia, Bali and Beyond dan Wonderful Indonesia secara konkret,” kata Menpar Arief Yahya.

Dijelaskannya, Banyuwangi harus disiapkan karena sepertiga Wisman yang berkunjung ke Provinsi Jawa Timur, juga mengunjungi Banyuwangi. Dan Tahun 2018, Banyuwangi mendapat predikat ASEAN Clean Tourist City Standard Award bersama Bandung dan Surabaya dalam ASEAN Tourism Awards (ASEANTA) 2018 Chiang Mai di ajang ASEAN Tourism Forum 2018.

“CEO Commitment oleh Pak Bupati selama ini telah membuahkan hasil. Perkembangan pariwisata di Banyuwangi tumbuh dengan pesat baik itu atraksi, aksesbilitas dan amenitasnya,” jelas pria yang juga asal Banyuwangi ini.

Menpar tak lupa menyemangati semua elemen di Banyuwangi. Momentum tahun ini harus dimanfaatkan. Ribuan delegasi datang, dan Banyuwangi sudah ditetapkan sebagai bandara pendukung.

“Artinya, sebagian delegasi mendarat di Banyuwangi. Manfaatkan itu. Tunjukkan kekuatan dan keunikan pariwisata Banyuwangi,” kata Arief.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata II Kemenpar, Nia Niscaya menambahkan, Kementerian Pariwisata terus mempromosikan Annual Meeting IMF-World Bank ke berbagai ajang internasional.

“Promosi Wisata Indonesia ditampilkan pada semua acara, baik pada main events, parallel/side events maupun Program VTI (Video, Banner, Flyer dll). Selain itu juga terus dipromosikan dalam misi budaya, materi promosi, maupun iklan bersama,” papar Nia.

Terkait Banyuwangi sebagai bahasan Rakor kali ini, Nia menyampaikan penyiapan Paket Tour dalam 2 opsi. Yaitu Blue Fire package (2D1N) dan Red Island package (3D2N).

“Kami juga tengah mengidentifikasi peningkatan dan menyiapkan konten pariwisata pada Official Website IMF WBG 2018,” pungkas Nia.

Harga paket wisata Blue Fire Package dengan durasi 2 hari satu malam ditetapkan US$ 350 (meeting point Bali) dan US$ 300 (meeting point Banyuwangi), sedangkan paket wisata Red Island Package dengan durasi 3 hari 2 malam dengan harga US$ 516 (meeting point Bali) US$ 466 (meeting point Banyuwangi) dengan minimum 5 pax. Untuk paket wisata Blue Fire Package obyek wisata yang dikunjungi; hari pertama (Kaliklatak; Gombengsari; Sanggar Genjah Arum) dan hari kedua (Ijen Crater; Solong Beach; Bangsring Underwater). Sementara itu untuk paket wisata Red Island Package obyek wisata yang dikunjungi; hari pertama (Kaliklatak; Gombengsari; Sanggar Genjah Arum); hari kedua (Alas Purwo; Merah Island), dan hari ketiga (Ijen Crater; Solong Beach; Bangsring Underwater).

Sementara itu akomodasi yang telah disiapkan dengan beberapa pilihan antara lain; Aston Hotel, Hotel Santika, Jiwa Jawa Resort, Hotel El Royal, Illira Hotel, Ketapang Indah Hotel, Banyuwangi Traditional House, dan Ijen Resort.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam Rakor tersebut menjelaskan strategi untuk mempromosikan paket-paket wisata tersebut baik sat pre-on-post (POP) event dengan menggunakan own media dan pay media diantaranya; CNN, BBC World, Bloomberg TV, The New York Times, Wall Street Journal Asia, dan OOH Washington DC, serta google, youtube, tripadvisor, facebook, dan Baidu.

Turut hadir dalam Rakor ini antara lain, Susiwijono Moegiarso (Staf Ahli OBTI Kementerian keuangan), Agus Santoso (Dirjen Hubungan Udara Kementerian Perhubungan), Agus Justianto (Kepala Badan Litbang Kementerian LHK), Arie Setiadi Moerwanto (Dirjen Bina Marga Kementerian PU-PR), dan Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi).

Selain itu, nampak hadir juga Nandang Prihadi (Kepala BKSDA Prov. Jawa Timur) Kholid Indarto (Kepala Balai Taman Nasional Meru Betiri), Nuryadi (Kepala Balai Taman Nasional Alas Purwo), I Wayan Susena (Direktur Teknis Garuda Indonesia), dan I Gusti Ngurah (Direktur Utama Pelindo III).

Read more
Segera Dibuat SOP Penyelenggaraan Event di Indonesia

Jakarta, 19 Maret 2018—Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, segera dibuat pedoman atau SOP penyelenggaraan event di Indonesia agar lebih berkualitas dan sesuai standar nasional sehingga target cultural values dan commercial values dari events tersebut dapat tercapai.

“Dalam membuat SOP ini kita bisa mengambil pengalaman dari penyelenggaraan 100 Calender of Event (CoE) 2018,” kata Menpar Arief Yahya seusai membuka Workshop/Coaching Penyelenggaraan CoE 2018 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Senin pagi (19/3/2018). Menpar Arief Yahya menjelaskan, Indonesia baru pertama kali mempunyai calender of event nasional (100 CoE) 2018, setelah tiga tahun Malaysia mempunyai Top 50 CoE.

Penetapkan 100 CoE 2018 ini dikurasi oleh tim kurator dengan standar nasional, sedangkan dalam menetapkan nilai budaya (cultural values) dan nilai ekonomi komersialnya (commercial values) belum ada pedoman dan perlu segera dibuat SOP dan petunjuk pelaksanaan teknis (Juknis)nya.

“Target dari penyelenggaraan workshop/coaching hari ini adalah kita segera mempunyai SOP atau pedoman teknis penyelenggaraan event di Indonesia dengan memanfaatkan momentum 100 CoE 2018,” kata AriefYahya seraya mengatakan, sebagai tindaklanjut dari adanya juknis tersebut perlu ada pendampingan di lapangan dalam penyelenggaraan CoE 2018. Menteri menjelaskan Top 100 CoE 2018 yang terdiri dari 50 events budaya, 30 event alam, dan 20 event buatan memiliki nilai komersial (commercial values) tinggi hal itu terlihat sudah banyak perusahaan yang berminat untuk melakukan kerjasama sebagai sponsor atau menjadi co-branding.

“Untuk nilai budaya (cultural values) kita belum punya data dan sebagai tahap awal perlu dilakukan survey ke beberapa daerah seperti Bali dan Banyuwangi yang mempunyai nilai indeks kebahagiaan tingkat nasional tinggi,” ujar Menpar.

Dilanjutkan Menpar, standar/ SOP itu akan memunculkan cultural values dan commercial values dari setiap event. Khusus commercial values, harus di-monetized (dihitung nilai ekonominya), sehingga bisa diketahui dampak ekonominya kepada kesejahteraan masyarakat.

Coaching Penyelenggaraan CoE 2018 di Balairung Soesilo Soedarman“Kita gunakan pedoman pariwisata ‘Semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan’ baik dalam melestarikan alam dan budaya,” kata Arief Yahya.

Sementara itu ahli pemasaran dari MarkPlus Jacky Murrsy menggaris bawahi bahwa kurator event terdiri dari produser dan director yang keduanya mempunyai tujuan yang sama agar target penyelenggaraan event tercapai. “Produser mengurusi dari sisi komersialnya, sedangkan director fokus pada kualitas penyelenggaraan yang target akhirnya adalah return berapa hasil komersial yang diperoleh. Return dari event itu bisa juga berupa seberapa besar kepuasan para pengunjung. Ini penting dievaluasi untuk menentukan strategi penyelenggaraan event ke depan,” kata Jacky Murrsy.

Tiga Aspek Event Penuhi Standar Nasional

Menpar Arief Yahya mengapresiasi kegiatan workshop/coaching penyelenggaraan event agar kualitasnya menjadi spetakuler dan diperhitungkan, hal itu sebagaimana amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika menyaksikan Jember Fashion Carnaval di Kota Jember, Jawa Timur pada tahun 2017 lalu.

Sementara Esthy Reko Astuti, Staf Ahli Multikultural selaku Ketua Tim Pelaksana Calender of Event (CoE) 2018 menambahkan, workshop akan memberikan gambaran berbagai persiapan yang mendetail. “Seperti bagaimana beli tiketnya, alur masuk wisatawan dari mana saja, menginap dimana, semua detailnya harus dipersiapkan secara matang. Misal satu daerah punya potensi budaya, itu tinggal ditentukan segmentnya. Dan sejak dari awal mesti ditetapkan,” kata Esthy.

Esthy mencontohkan, 100 event itu nanti akan ada pendampingan. Nantinya akan terlihat kurangnya apa, kelemahannya dimana. Sehingga akan terus diperbaiki serta menjadi rujukan bagi event lainya. “JFC (Jember Fashion Carnival) dari tahun sebelumnya itu sudah ditetapkan tanggalnya. Sudah dipikirkan. Jadi sudah siap dijual oleh travel agen,” pungkasnya.

Presiden Jokowi kepada Menpar Arief Yahya minta agar kota-kota di Indonesia bisa memiliki festival/karnaval yang khas dan unik menjadi agenda kesenian yang diselenggarakan secara rutin; ada kalender event dan kalender tahunannya seperti Jember Fashion Carnival, ”Presiden Jokowi menegaskan bahwa keragaman budaya kita adalah sebuah kekuatan sekaligus keunggulan kita dibandingkan dengan bangsa-bangsa yang lainnya,” kata Menpar Arief Yahya menyampaikan pesan Presiden Jokowi. “Presiden juga berkali-kali menegur saya ada banyak acara festival di berbagai daerah tapi belum berstandar global.

Presiden minta harus berstandar dunia. Jadi penyelenggaraan event berstandar dunia ini permintaan Bapak Presiden,” kata Menpar Arief Yahya seraya mengatakan, “Dengan adanya teguran dan permintaan itu saya menugaskan Staf Ahli Multikultural selaku Ketua Tim Pelaksana Calender of Event (CoE) 2018 Esthy Reko Astuti untuk menyelenggarakan workshop atau coaching clinic tentang bagaimana memprodusi, mengemas serta mempromosikan event yang berstandar nasional yang pada hari ini dilaksanakan”, tambah Menpar.

Menpar Arief Yahya menjelaskan tiga aspek agar kemasan event memenuhi standar nasional yakni; pertama, tampilan koreografinya harus menarik dan tidak membosankan; kedua, iringan musiknya berkualitas karena melibatkan komposer/arranger profesional, dan yang tidak kalah pentingnya adalah unsur ketiga, penggunaan busana/kostum yang membuat penyaji pertunjukan tidak sulit bergerak dan enak dipandang mata.

Kegiatan workshop yang dihadiri sekitar 200 peserta menghadirkan narasumber antara lain; Jacky Murrsy (pakar pemasaran sebagai Deputy CEO MarkPlus); Nalendra Pradono (MarkPlus); Dwiki Dharmawan (pakar dan praktisi musik anggota grup musik Krakatau); Dynand Fariz (perancang busana dan penggagas sekaligus Presiden Jember Fashion Carnival); Samuel Mattimena (perancang busana dan penyelenggaran event fashion show); Ndang Mawardi (CEO Inspiro Group/promotor dan MICE penyelenggara even olahraga); dan Denny Malik artis penari dan koreografer pernah mendapat penghargaan Festival Tari Asia Pasifik.

Read more
Taman Jomblo, Wisata Tirta Tiga Bintang Firdaus Menjadi Spot Selfie Instagramable

Warta Event – Indramayu. Sekarang sudah menjadi kebutuhan bagi siapapun pemilik dan atau pengelola taman wisata untuk menyediakan ruang selfie bagi para pengunjung. Terlebih lagi destinasi wisata tersebut adalah wisata buatan atau man made.

Di era digital seperti sekarang ini wisatawan pun membutuhkan ruang untuk mengekspresikan diri. Mereka membutuhkan pengakuan bahkan eksistensi diri ketika berliburan ke suatu destinasi. Dimanapun itu tempatnya, dan dengan siapa pun temennya. Bagi mereka, mengunggah aktivitas liburan adalah sesuatu yang wajib.

Untuk itu, sekarang banyak pelaku, penggiat dan pengembang destinasi wisata berlomba-lomba sekreatif mungkin agar dapat membujuk wisatawannya datang. Hal ini pun dilakukan oleh pengelola Wisata Tirta Tiga Bintang Firdaus, yakni taman air yang menyuguhkan beragam wahana kreatif bagi para keluarga.

Wisata Tirta Tiga Bintang Firdaus yang berlokasi di Jalan Raya Subang – Cikamurang, Sanca, Gantar, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat ini tidak hanya menyuguhkan wahana permainan air yang lengkap dan bagus. Destinasi wisata yang satu ini pun menyediakan arena selfie yang menarik dan unik.

Di salah sudut bagian dalam area wisata terdapat spot swafoto yang menarik, yakni Taman Jomblo. Selain penamaan yang menarik, di taman Jomblo ini pun dilengkapi dengan ornamen-ornamen penunjang selfie yang color full. Tempatnya pun sejuk. Pohon jati yang tinggi dan besar mampu meneduhkan wisatawan dari sinar matahari.

Konsep area taman Jomblo pun ditata sangat apik. Sebelum memasuki area taman, wisatawan harus menyeberangi jembatan yang dibuat seperti lorong cinta. Jembatan di cat dengan warna merah, kemudian di atasnya dibuat ornamen berbentuk hati.

Hal ini mampu membuat wisatawan untuk berswa foto terlebih dahulu sebelum sampai ke taman jomblo yang letaknya di bawah jembatan “cinta” tersebut. “Ini lucu banget, dan bagus untuk difoto kmudian diunggah ke sosial media,” terang Wulan, wisatawan asal Majalengka.

Berbeda dengan Mastini, salah satu pengunjung dari tetangga desa, ia mengaku sudah berulang kali menyambangi destinasi Wisata Tirta Tiga Bintang Firdaus, akan tetapi tidak pernah bosan untuk iembali lagi. Terutama untuk berswafoto di area Taman Jomblo.

“Nggak tahu kenapa, foto di Taman Jomblo itu menyenangkan. Padahal saya sudah lebih dari tiga kali foto disini. Hampir setiap datang ke Wisata Tirta Tiga Bintang Firdaus, pasti selalu foto di area ini,” pungkas Mastini.

Sementara itu, Nurseha asal Panjalu, Kabupaten Ciamis, yang datang bersama keluarga mengaku jika secara keseluruhan destinasi Wisata Tirta Tiga Bintang Firdaus ini memang menarik dan cocok untuk tempat liburan bareng keluarganya. Selain tempatnya yang instagramable, destinasi ini pun menyediakan gazebo atau pondokan yang nyaman untuk rehat.

“Tempatnya menyenangkan. Ini di luar ekspekatasi. Kalau dulu, biasa liburan di sekitaran pantai, dan gunung. Tapi destinasi ini meski berada di tengah desa tempatnya instagramble, hijau, sejuk dan menyegarkan. Sudah gitu, lokasinya mudah diakaes, dan murah. Jadi semua lapisan masyarakat bisa mengakses,” jelas Nurseha.

Pipin, pemilik Wisata Tirta Tiga Bintang Firdaus, menyatakan, wahana permainan atau water park-nya sangat lengkap dan bagus. Setiap wisatawan yang datang hanya dikenai tarif Rp15 ribu berlaku bagi dewasa, lalu anak-anak Rp10 ribu. Bagi anak di bawah dua tahun gratis.

Water park terbesar di Indramayu ini memiliki luas empat hektar ini juga dilengkapi spot instagramable. Bisa selfie dengan background beragam landmark negara lain.
Ada juga Patung Singa yang jadi landmark Singapura. Nuansa negeri juga Belanda dihadirkan bersama Bunga Tulip, dan lainnya. [Fatkhurrohim]

Read more
MATTA Fair 2018 : Sumsel Optimis Usung Sport Tourism

KUALA LUMPUR—Booth Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di ajang Malaysian Association of Tour and Travel Agents (MATTA) Fair 2018 kedatangan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin. Bertempat di Putra World Trade Center Kuala Lumnpur Hall 3, Alex Noerdin Takjub dengan Booth besar yang diusung Kemenpar di ajang tersebut.

”Booth yang sangat berwibawa, kita bangga bersinergi terus dengan Kemenpar dalam segala hal untuk pariwisata Indonesia dan Sumatera Selatan,” kata Alex Noerdin dalam kunjungannya di Booth Kemenpar yang berdiri tegak dengan ikon Kapal Phinisi tersebut. MATTA Fair 2018 dilaksanakan dari tanggal 16 sampai dengan tanggal 18 Maret 2018. MATTA merupakan pameran pariwisata terbesar di Malaysia.

Gubernur Sumsel juga mengucapkan terima kasih kepada Kemenpar yang terus mendukung semua kegiatannya di tanah air maupun di pentas dunia yang kaitannya dengan mengangkat pariwisata daerah dan menggenjot kunjungan wisatawan mancanegara. ”Tidak bosan-bosannya kami bersinergi dengan Kemenpar, memahami potensi, dan mempromosikan dengan sangat baik bersama-sama, ini semua demi tanah air,” kata pria yang juga pembina klub bola ternama, Sriwijaya FC Palembang itu.

MATTA Fair 2018

Seperti diketahui, kunjungan Gubernur Sumsel ke Booth Kemenpar bukan tanpa sebab. Sumsel di ajang MATTA Fair 2018 mengusung penuh perhelatan Asian Games yang akan digelar di daerahnya. Event olahraga berskala dunia itu akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2018, mendatang di Jakarta dan Sumsel.

Alex mengatakan, dipastikan akan datang sekitar 12 ribu atlet, official, media dan semua perangkat pertandingan ke Sumsel dan menikmati pertandingan serta keindahan kota-kota di Sumsel. ”Belum itu dengan suporternya, saya prediksi akan lebih banyak lagi masuk Sumsel.  Belum mulai saja dampak ke masyarakat sudah sangat terasa, hotel sudah mulai dipesan, rental mobil sudah mulai penuh. Begitulah Sport Tourism. Sport Tourism sangat mensejahterakan masyarakat kami,” kata Gubernur.

Sumsel memang tidak ada bosan-bosannya mengusung Sport Tourism di wilayahnya. Sebut saja Sea Games, Asian Games 2018, Musi Triboatton, Turnamen Sepak Bola Internasional, Beach Volley se Asia Pacific, Asian Triathlon 2017 bahkan rencananya akan digelar Moto GP di Sumsel. ”Kami tahun ini saja mempersiapkan 39 event sport tourism kelas dunia di Sumsel. Kami sangat optimis mengusung ini dan bisa berdampak kepada pariwisata Indonesia,” ujar Alex Noerdin.

Deputi Pemasaran I Kemenpar,
I Gde Pitana didampingi Asisten Deputi Pemasaran 1 Regional II Sumarni mengatakan, Kemenpar memang akan menjadikan Sumsel menjadi model nasional untuk penyelenggaraan sport tourism. Kata Pitana, perlu pembedaan khusus untuk lebih menjual Sumsel kepada wisatawan, terutama wisman. “Secara atraksi sudah bagus, kuliner bagus, budaya bagus. Nah kalau wisata Man Made, termasuk di dalamnya ada sport tourism, inilah yang jadi keunggulan Sumsel,” kata Pitana yang juga diamini Sumarni.

Seperti diketahui, Kemenpar pada 2018 mengusung program atau paket pariwisata dengan branding Visit Indonesia Wonderful Indonesia (VIWI) 2018. Untuk mendukung VIWI 2018, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel akan mendukungnya dan menawarkan program atau paket pariwisata sport tourism.

“Paket atau program pariwisata Sumatera Selatan 2018 akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2018 Adalah tahun pelaksanaan Asian Games XVIII yang berlangsung di Jakarta dan Palembang. Pra Asian Games dan pada saat pelaksanaan Asian Games yang berlangsung 18 Agustus – 2 September 2018 dan pasca Asian Games, Sumatera Selatan akan menawarkan dan mempromosikan sport tourism,” kata Disbudpar Sumsel Irene Camelyn.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga mengatakan bahwa Sumsel akan dijadikan Model nasional. Kata Arief, Sumsel seperti daerah percontohan atau role model, dimana Sumsel nantinya akan dikenal sebagai kota penyelenggara ajang-ajang wisata olahraga yang levelnya mendunia, seperti contohnya Asian Games sampai Moto GP.

Kata Menteri asli Banyuwangi itu, ajang balap Moto GP punya media value yang sangat tinggi, akan jadi keuntungan tersendiri bila nantinya Palembang bisa jadi tuan rumah. Bayangkan saja, Moto GP disiarkan secara live oleh 62 jaringan TV global di hampir 207 negara. Itu akan jadi media promosi yang bagus bagi pariwisata Indonesia, terlebih untuk Sumsel khususnya.

“Palembang layak kita pilih. 2018 kita punya event besar, Asian Games. Saran saya, buatlah sport event untuk menuju Asian Games, bisa 8-10 event, sehingga puncaknya langsung kita mainkan besar-besaran,” kata Arief Yahya.

Read more